Sabtu, 19 Desember 2020

IMLA Sumbar dan PBA IAIN Batusangkar Melaksanakan Seminar International Bahasa Arab

 Batusangkar, “Seminar Internasional ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Bahasa Arab Dunia yang jatuh setiap tanggal 18 Desember. Hari Bahasa Arab Dunia di dasari kepada dijadikannya Bahasa Arab sebagai Bahasa resmi di PBB pada tanggal  18 Desember 1973. Ada 470 juta orang di dunia yang sehari-hari menggunakan Bahasa Arab”

Hal ini disampaikan oleh Dr. Kamaluddin Ketua IMLA (Persatuan Guru Bahasa Arab) Sumatera Barat dan Ketua jurusan pada Seminar Internasional Bahasa Arab Diadakan oleh IMLA Sumbar secara daring, Senin 7 Desember 2020.

“Lalu diadakan seminar-seminar yang bertema Bahasa arab di Indonesia menurut pandangan pihak luar yang bertujuan untuk mengumpulkan ide-ide cemerlang dari para pakar berbagai negara untuk merancang masa depan Bahasa Arab di Indonesia. Bahasa Arab menempati posisi strategis di Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia,” sambung Dr Kamaluddin yang juga Ketua Jurusan PBA IAIN Batusangkar ini.

Pembicara dalam seminar ini adalah : Prof. Dr. Fatimah Husaini dari Maroko dan Ustadz Ahmad Almakki Muhammad Ahmad dari Sudan, di samping itu seminar ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Sulaiman Hasan dari libiya.

Dr. Tulus Mushtafa Ketua IMLA (Persatuan Guru Bahasa Arab) Indonesia dalam sambutannya menyampaikan “Kita mesti merancang rencana masa depan kebangkitan Bahasa Arab di Indonesia. Rencana itu strategis masa depan karena Bahasa Arab masuk ke Indonesia sudah sejak abad pertama hijriyah seiring dengan masuknya Islam ke Nusantara.”

“Rencana strategis itu mencakup hal-hal berikut : 1. Melestarikan tujuan utama mempelajari Bahasa Arab sejak awal, yaitu untuk memahami Alqur’an, hadis dan buku-buku berbahasa Arab, 2. Adanya koordinasi pengalaman dan eksperiman, 3. Mengatasi problem pengajaran Bahasa Arab. 4. Merancang Renstra sesuai dengan perkembangan zaman.” ungkap Tulus.

Seiring dengan hal diatas Ustadz Ahmad Almakki Muhammad Ahmad dari Sudan juga menguatkan apa yang disampaikan oleh Dr. Tulus Mushtafa, menurut beliau melestarikan Bahasa berarti juga melestarikan tradisi dan budaya. Bahasa Arab adalah Bahasa yang suci karena berkaitan dengan Alqur’an dan Hadis Nabi SAW.

“Masalah besar yang dihadapi dalam dalam pengajaran Bahasa Arab di Indonesia adalah masalah materi ajar yang idealnya harus sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan seiring dengan perkembangan zaman. Materi yang di ajarkan harus dekat dengan peserta didik, misalnya tentang keadaan di sekitar mereka. Ada perbedaan pengajaran Bahasa Arab untuk orang Arab dan untuk non Arab. Perlu tujuan yang jelas dalam pengajaran Bahasa Arab,” sampai Ahmad.

Prof. Dr. Fatimah Husaini dari Maroko dalam materinya menyampaikan “Bahasa Arab adalah Bahasa yang mulia karena menjadi Bahasa agama dan ibadah. Beliau mengemukan perlu adanya kerangka acuan untuk merancang pengembangan kurikulum Bahasa Arab masa depan di Indonesia.”

“Kurikulum disesuaikan dengan tujuan, misalnya  tujuan agama, diplomasi, politik ekonomi dan lain-lain. Maka perlu di rancang kurikulum khusus sesuai dengan tujuan-tujuan tersebut. Yang perlu diperhatkan dalam merancang kurikulum adalah disesuaikan dengan strata akademik siswa, misalnya tingkat pemula, menengah dan lanjut,” terang Fatimah.

“Jadi masing-masing strata mempunyai kurikulum khusus. Pada masa Pamdemi ini kita dihadapkan kepada perubahan besar di bidang pengajaran jarak jauh. Untuk itu para guru mesti menyiapkan media-media pengajaran yang inovatif dengan memanfaatkan perangkat digital dan disesuaikan perkembangan teknologi hari ini. Dalam merancang Kurikulum harus memperhatikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa dan juga mempertimbangkan perbedaan masing-masing individu. Kesulitan yang sering dihadapi oleh guru Bahasa Arab dan siswa, adalah kesulitan untuk mencapai tujuan kurikulum karena padatnya materi,”tuturnya

Fatimah optimis bahwa kebangkitan Bahasa Arab akan muncul di Indonesia karena sudah terlihat tanda-tandanya, yaitu dengan merancang kurikulum yang bertaraf internasional yang kaya dengan ide-ide dari para pakar di dalam dan luar negeri.

Seminar Internasional ini di laksanakan oleh IMLA Sumbar bekerja sama dengan Jurusan-jurusan Bahasa Arab di Peguruan Tinggi Sumatera Barat, UIN Imam Bonjol Padang, IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi, UMSB dan STAIDA Payakumbuh. Peserta seminar berasal dari berbagai negara, diantaranya indonesia, Maroko, Sudan, Libiya dengan moderator seminar internasional ini adalah Ustadzah Rita Febrianta Dosen IAIN Bukittinggi.




SHARE THIS

Facebook Comment

0 komentar :