Berita terbaru

Rabu, 20 Januari 2021

Rektor Marjoni Apresiasi Terbentuknya Forum Mahasiswa Beasiswa Tahfizh IAIN Batusangkar

Rektor Marjoni Apresiasi Terbentuknya Forum Mahasiswa Beasiswa Tahfizh IAIN Batusangkar

Batusangkar, Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc sampaikan apresiasi pembentukan Forum Mahasiswa Beasiswa Tahfizh. Hal ini diungkapkan rektor saat menerima silahturahmi Pengurus Forum, Rabu 20 Januari 2020. Indah Permata Sari dan Afifah Putri dari Jurusan Pendidikan Bahasa Arab  mewakili Forum Mahasiswa Beasiswa Tahfizh IAIN Batusangkar.

“Saya setuju serta mendukung adanya organisasi ini dan kita berencana menyediakan fasilitas yang bisa meringankan beban mahasiswa tahfiz seperti penyediaan asrama. Asrama ini bertujuan agar mahasiswa/i bisa saling memberi dukungan dalam rangka memperkuat dan meningkatkan jumlah hafalan Al Qur’an".

“Mahasiswa penerima Beasiswa Tahfizh agar tetap rendah hati dan terus tingkatkan hafalan. Do'akan terus kebaikan untuk keluarga besar IAIN Batusangkar dan kemudahan untuk IAIN Batusangkar dalam bertransformasi menjadi UIN Batusangkar. Disamping itu juga do'akan IAIN Batusangkar atau UIN Batusangkar tetap terus bisa berkontribusi dalam menyejahterakan para hafizh dan hafizhah ini. Urusan pelantikan pengurus silakan dibicarakan dengan Wakil Rektor III.” pesan Rektor.

70 mahasiswa IAIN Batusangkar menerima beasiswa tahfizh dengan pembebasan biaya UKT dari satu hingga 8 semester. Hal ini dilakukan sebagai komitmen IAIN Batusangkar menciptakan lulusan Sarjana Qur’ani

Selain itu IAIN Batusangkar juga menyelenggarakan Program Pendidikan Guru Tahfizh bersama Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan Yayasan Hj Syarifah Ghani dengan jumlah peserta 20 mahasiswa. Program ini akan menghasilkan guru tahfizh yang tersertifikasi dalam rangka mendukung program Tanah Datar sebagai Kabupaten Tahfizh.


Rabu, 13 Januari 2021

Dekan FTIK IAIN Batusangkar Lantik Pengurus 11 HMJ

Dekan FTIK IAIN Batusangkar Lantik Pengurus 11 HMJ

Pelantikan Kepengurusan HMJ

BatusangkarSetelah dilantiknya Lembaga tertinggi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar, Senat Mahasiswa (SEMA) Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Tingkat Institut dan Tingkat Fakultas Periode 2021.

Sekarang pengurus lembaga kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) pada Fakultas Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, melantik ketua dan Pengurusnya dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.

Sebelas Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang dilantik Langsung Dr. Adripen, M.Pd Dekan FTIK IAIN Batusangkar. dan dihadiri semua Wakil Dekan, Ketua Jurusan, Kabag dan Kasubbag Pada FTIK, Rabu 13 Januari 2020.

Dengan telah dilantiknya pengurus DEMA, SEMA dan HMJ pada FTIK IAIN Batusangkar, Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan dan kerjasama Dr. Sirajul Munir, M.Pd. berharap adanya sinergi antara dunia Organisasi (lembaga kemahasiswaan) terutama dengan dunia akademik memiliki peranan penting dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.

“Karena dunia akademik, memerlukan sinergi dengan adanya lembaga kemahasiswaan yang ada di IAIN Batusangkar, terutama membagun jiwa-jiwa kepemimpinan, Karena program pendidikan dinilai memiliki peran besar untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, serta memberi solusi bagi mahasiswa, karena IAIN Batusangkar yang notabene yang akan melahirkan sarjana-sarjana pendidikan.” ujar Munir.

“Inilah mengapa pendidikan formal dan informal harus senantiasa mendapat perhatian khusus agar masa depan mahasiswa dapat terjamin. Bila tidak, maka akan menyebabkan ancaman serius terhadap keberlangsungan pendidikan di negara ini, lebih-lebih kita tengah menghadapi situasi Corona yang berpotensi mengancam sektor pendidikan.” sambungnya.

Dekan FTIK Dr. Adripen, M.Pd menyampaikan “FTIK sudah memiliki empat jurusan yang terakreditasi A, lima jurusan B dan dua jurusan yang masih tahap Akreditasi, ini perlu saya sampaikan kita harus mempertahankan yang sudah ada, dan yang masih B bagaimana menjadi A.”

“Di bidang prestasi, saya menyampaikan apa yang sudah saudara dapatkan sebelum ini, baik prestasi di tingkat nasional maupun Internasional harus di pertahankan, saya juga menargetkan 2021 s.d 2024 kita harus mengejar prestasi tingkat Internasional.” harap Dekan.






Selasa, 05 Januari 2021

AWALI TAHUN 2021, FTIK GELAR RAKER 2022

AWALI TAHUN 2021, FTIK GELAR RAKER 2022

Dekan, WADEK II, WADEK III dan KABAG TU FTIK dalam pembukaan RAKER RKA 2022 

Batusangkar.- Memulai tahun 2021 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar langsung menggelar Rapat Kerja tentang Rencana Kegiatan dan Anggaran 2022. Kegiatan ini dilaksankan pada hari Senin, 4 Januari 2021. Bertempat di Room Meeting Gedung K, lt IV dan dibuka langsung oleh Dekan FTIK Dr. Adripen, M.Pd. Rapat tersebut membahas seluruh rencana kegiatan dan anggarannya yang akan dilaksanakan oleh setiap unit fakultas.Raker tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan mulai dari Dekan Dr. Adripen, M.Pd. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Masril, M.Pd.Kons, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. Gustina, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Elda Herlina, M.Pd, Kepala Bagian Tata Usaha Syafrinal S., S.Ag., SS., M.Kom., Kepala Sub Bagian Administrasi Umum dan Keuangan Riza Fatmawati, S.E., Kepala Sub Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Yulia Rahmi, S.Ag, seluruh Ketua Jurusan selingkup FTIK dan para kepala laboratorium FTIK. Rapat kerja tahunan ini dilakanakan secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang tinggi.

 Dekan meyampaikan arahan tentang RKA 2022

Raker ini adalah kegiatan final penyusunan RKA pada tingkat fakultas. Sebelumnya setiap ketua jurusan dan kepala laboratorium selingkup FTIK telah membuat draf RKA masing-masing. Point-point draf RKA tersebut memggambarkan rancangan dan rencana yang akan dilaksanakan oleh masing-masing jurusan dan laboratorium dan anggaran biaya yang dibutuhkan, pihak-pihak yang terlibat serta sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk melaksanakannya. Hal terpenting dalam penyusunan tersebut adalah setiap point yang dirancang selalu berbasis pada Sembilan Kriteria Akreditasi. Rapat yang dipimpin oleh Dr. Gustina, M.Pd selaku Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan Perencanaan dilanjutkan dengan presentasi draf RKA dari setiap Ketua jurusan dan kepala laboratorium. Hasil presentasi tersebut kemudian dikaji dan dibahas untuk disahkan pada tingkat fakultas. RKA yang telah disetujui dan disahkan pada Raker ini akan diajukan pada RAKER tingkat institut.

Peserta antusias mengikuti RAKER RKA 2022

Segenap peserta RAKER RKA ini mengikuti dengan antusias. Segenap unsur pimpinan dan peserta berkomitmen untuk menghasilkan RKA yang selalu berbasis Sembilan Kriteria Akreditasi. Selain itu, pimpinan dan peserta RAKER juga memfokuskan setiap point RKA tersebut mampu mengejewantahkan RENSTRAN FTIK untuk mencapai visi dan misi terbaru dari fakultas dan institut. (Mimi-Humas)

 Dalam Rangka Meningkatkan Kapasitas JFU, FTIK Laksanakan Workshop Capacity Building Tenaga Kependidikan

Dalam Rangka Meningkatkan Kapasitas JFU, FTIK Laksanakan Workshop Capacity Building Tenaga Kependidikan

 

Pimpinan FTIK dalam Pembukaan Workshop Capacity Building Tenaga Kependidikan

Batusangkar,-. Dalam rangka meningkatkan kapasitas kinerja para tenaga kependidikan FTIK menyelenggarakan workshop dengan tema “Peningkatan Capacity Tenaga Kependidikan”. Workshop tersebut dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 17 November 2020. Acara yang dilaksanakan di Emersia Hotel and Resort  Batusangkar ini dibuka langsung oleh Dekan FTIK Bapak Dr. Adripen, M.Pd dan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Bapak Dr. Masril, M.Pd., Kons, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Ibu Dr. Gustina, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Ibu Dr. Elda Herlina, M.Pd, Kepala Bagian Tata Usaha FTIK Bapak Syafrinal S, S.Ag., S.S., M.Kom.

Workshop Capacity Building ini merupakan program dibawah koordinasi Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan. Dalam sambutannya Ibu Dr. Gustina, M.Pd menyatakan bahwa tujuan workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas kinerja seluruh Dosen yang dikantorkan dan tenaga kependidikan terutama dibidang teknologi. Selain itu, WADEK II juga menekankan bahwa setiap aktivitas pekerjaan harus berbasis butir-butir akreditasi dengan Sembilan Kriteria. “Kita sudah siapkan dashboard akreditasi Sembilan kriteria berbasis IT untuk setiap jurusan. Setiap dokumen dan bukti kegiatan harus diarsipkan sesuai kriterianya masing-masing sehingga memudahkan jurusan pada saat akan diakreditasi”, kata ibu Dr. Gustina, M.Pd.

Pimpinan FTIK dalam Pembukaan Workshop Capacity Building Tenaga Kependidikan

 

Dalam acara tersebut Bapak Dr. Adripen, M.Pd banyak memberikan arahan kepada Dosen mengantor dan Tenaga Kependidikan. Diantaranya adalah agar setiap JFU Dosen dan Tenaga Kependidikan ikhlas dan menikmati dalam melaksakan tugas baik tugas pokok maupun tugas tambahan. Selain itu, setiap JFU jurusan harus melengkapi database jurusan sesuai Sembilan Kriteria Akreditasi yang ready and easy to use.

 Workshop ini diikuti seluruh JFU selingkup FTIK IAIN Batusangkar. JFU tersebut terdiri dari 11 orang JFU Jurusan, 2 orang  JFU Laboratorium IPA, 2 orang JFU Laboratorium Tarbiyah, 1 orang JFU Laboratorium Bimbingan dan Konseling, 3 orang JFU Tim Penjamin Mutu FTIK dan 3 orang JFU Staf Pimpinan. Pemateri dalam workshop Capacity Building ini adalah para pakar dibidangnya yaitu Bapak Dr. Ulya Atsani, SH., MH (Ketua LPM IAIN Batusangkar) yang memberikan materi Sistem Administrasi dan Dokumentasi Akreditasi, Ibu Dr. Elda Herlina, M.Pd (Wakil Dekan III FTIK) dengan materi Majemen Berbasis Akreditasi, saudara Adam Mudinillah, M.Pd (DLB Teknologi Pendidikan FTIK IAIN Batusangkar) menyampaikan materi Teknik Penulisan Berita di Website Jurusan dan pemateri terakhir adalah Riki Rinaldi, A.Md (Staff IT dan e-SMS FTIK) dengan materi Teknik Mengisi Dashboard Akreditasi Jurusan. (Mimi-Humas).

 

Selasa, 22 Desember 2020

TUTUP TAHUN 2020, FTIK SUKSES IKUTI AMI

TUTUP TAHUN 2020, FTIK SUKSES IKUTI AMI

 

AMI Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Batusangkar.- Dalam rangka menjamin mutu internal setiap jurusan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Batusangkar melaksanakan Audit Mutu Internal. Audit Mutu Internal ini dilakukan pada setiap jurusan dan program studi yang ada di IAIN Batusangkar termasuk seluruh Jurusan yang ada di FTIK. Sebanyak sebelas Jurusan dibawah naungan FTIK mengikuti audit tersebut selama dua minggu mulai dalam rentang tanggal 14 hingga tanggal 28 Desember 2020. Sebelum hari H audit untuk masing-masing jurusan, setiap ketua jurusan dan JFU diberikan waktu selama seminggu untuk mengumpulkan seluruh dokumen serta menyempurnakan sistem arsip jurusan  sebagai evidence aktivitas yang telah dilakukan selama tahun 2020. Setelah itu, setiap jurusan memiliki jadwal khusus dan tersendiri. Lama pelaksanaan audit tersebut bervariasi setiap jurusan dengan jadwal audit maksimal selama 2 hari serta masing-masing jurusan di audit oleh dua orang auditor. Terdapat 67 butir pertanyaan yang mencakup Sembilan kriteria akreditasi yang harus dipenuhi oleh jurusan. Sistem pelaksanaan AMI ini sama dengan pengajuan Akreditasi yaitu sebelum pelaksanaan Audit secara langsung, seluruh dokumen dan evidence sudah harus disubmit oleh Ketua Jurusan dan JFU melalui link Google Form pada Google Drive yang telah dibuat oleh LPPM untuk dianalisis terlebih dahulu oleh Auditor, sehingga pada jadwal audit yang sudah ditetapkan auditor hanya melakukan konfirmasi kepada Auditee dan menetapkan nilai terhadap jawaban dari Auditee tersebut. Alhamdulillah, sebelum libur akhir tahun 2020 semua jurusan tersebut telah selesai diaudit.

Audit Mutu Intenal ini bertujuan untuk melihat dan menilai mutu internal setiap jurusan. Pada saat pelaksanaan audit, auditor mengevaluasi serta menilai keterlaksanaan siklus PPEPP dalam pelaksanaan dan penyelenggaran jurusan berdasarkan Sembilan kriteria akreditasi. Selain meng-audit, para Auditor juga memaparkan informasi terkini seputar Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dilanjutkan dengan proses pembuatan dokumen PPEPP, proses evaluasi dan strategi dalam penyusunan borang akreditasi dengan Sembilan kriteria. Dimana borang akreditasi dengan Sembilan kriteria yang sudah diberlakukan memiliki perbedaan yang signifikan terhadap akredirasi lama (Kriteria 7).

Dalam penjelasannya para auditor menekankan bahwa pelaksanaan siklus PPEPP yang menjadi bagian dari SPMI adalah suatu keharusan dalam penyelenggaraan aktivitas setiap jurusan. Hal ini disebabkan pelaksanaan siklus PPEPP tersebut merupakan kunci dari penjaminan mutu internal suatu jurusan yang akan berdampak terhadap kualitas jurusan tersebut. Menurut para Auditor, ada atau tidak adanya pengajuan Akreditasi setiap jurusan harus melaksanakan siklus PPEPP dalam setiap kegiatan sehari-hari. Pelaksanaan Siklus PPEPP wajib dijadikan sebagai budaya kerja civitas jurusan setiap hari bukan hanya dalam rangka melaksanakan Akreditasi. Jika telah membudayanya siklus PPEPP dalam pola kerja setiap civitas jurusan, fakultas dan institut maka mutu dari organisasi dapat terjamin dan berkualitas, serta akreditasi hanya sebagai bonus dari kerja bersiklus PPEPP tersebut. (Mimi-Humas)

Sabtu, 19 Desember 2020

IMLA Sumbar dan PBA IAIN Batusangkar Melaksanakan Seminar International Bahasa Arab

IMLA Sumbar dan PBA IAIN Batusangkar Melaksanakan Seminar International Bahasa Arab

 Batusangkar, “Seminar Internasional ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari Bahasa Arab Dunia yang jatuh setiap tanggal 18 Desember. Hari Bahasa Arab Dunia di dasari kepada dijadikannya Bahasa Arab sebagai Bahasa resmi di PBB pada tanggal  18 Desember 1973. Ada 470 juta orang di dunia yang sehari-hari menggunakan Bahasa Arab”

Hal ini disampaikan oleh Dr. Kamaluddin Ketua IMLA (Persatuan Guru Bahasa Arab) Sumatera Barat dan Ketua jurusan pada Seminar Internasional Bahasa Arab Diadakan oleh IMLA Sumbar secara daring, Senin 7 Desember 2020.

“Lalu diadakan seminar-seminar yang bertema Bahasa arab di Indonesia menurut pandangan pihak luar yang bertujuan untuk mengumpulkan ide-ide cemerlang dari para pakar berbagai negara untuk merancang masa depan Bahasa Arab di Indonesia. Bahasa Arab menempati posisi strategis di Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia,” sambung Dr Kamaluddin yang juga Ketua Jurusan PBA IAIN Batusangkar ini.

Pembicara dalam seminar ini adalah : Prof. Dr. Fatimah Husaini dari Maroko dan Ustadz Ahmad Almakki Muhammad Ahmad dari Sudan, di samping itu seminar ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Sulaiman Hasan dari libiya.

Dr. Tulus Mushtafa Ketua IMLA (Persatuan Guru Bahasa Arab) Indonesia dalam sambutannya menyampaikan “Kita mesti merancang rencana masa depan kebangkitan Bahasa Arab di Indonesia. Rencana itu strategis masa depan karena Bahasa Arab masuk ke Indonesia sudah sejak abad pertama hijriyah seiring dengan masuknya Islam ke Nusantara.”

“Rencana strategis itu mencakup hal-hal berikut : 1. Melestarikan tujuan utama mempelajari Bahasa Arab sejak awal, yaitu untuk memahami Alqur’an, hadis dan buku-buku berbahasa Arab, 2. Adanya koordinasi pengalaman dan eksperiman, 3. Mengatasi problem pengajaran Bahasa Arab. 4. Merancang Renstra sesuai dengan perkembangan zaman.” ungkap Tulus.

Seiring dengan hal diatas Ustadz Ahmad Almakki Muhammad Ahmad dari Sudan juga menguatkan apa yang disampaikan oleh Dr. Tulus Mushtafa, menurut beliau melestarikan Bahasa berarti juga melestarikan tradisi dan budaya. Bahasa Arab adalah Bahasa yang suci karena berkaitan dengan Alqur’an dan Hadis Nabi SAW.

“Masalah besar yang dihadapi dalam dalam pengajaran Bahasa Arab di Indonesia adalah masalah materi ajar yang idealnya harus sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan seiring dengan perkembangan zaman. Materi yang di ajarkan harus dekat dengan peserta didik, misalnya tentang keadaan di sekitar mereka. Ada perbedaan pengajaran Bahasa Arab untuk orang Arab dan untuk non Arab. Perlu tujuan yang jelas dalam pengajaran Bahasa Arab,” sampai Ahmad.

Prof. Dr. Fatimah Husaini dari Maroko dalam materinya menyampaikan “Bahasa Arab adalah Bahasa yang mulia karena menjadi Bahasa agama dan ibadah. Beliau mengemukan perlu adanya kerangka acuan untuk merancang pengembangan kurikulum Bahasa Arab masa depan di Indonesia.”

“Kurikulum disesuaikan dengan tujuan, misalnya  tujuan agama, diplomasi, politik ekonomi dan lain-lain. Maka perlu di rancang kurikulum khusus sesuai dengan tujuan-tujuan tersebut. Yang perlu diperhatkan dalam merancang kurikulum adalah disesuaikan dengan strata akademik siswa, misalnya tingkat pemula, menengah dan lanjut,” terang Fatimah.

“Jadi masing-masing strata mempunyai kurikulum khusus. Pada masa Pamdemi ini kita dihadapkan kepada perubahan besar di bidang pengajaran jarak jauh. Untuk itu para guru mesti menyiapkan media-media pengajaran yang inovatif dengan memanfaatkan perangkat digital dan disesuaikan perkembangan teknologi hari ini. Dalam merancang Kurikulum harus memperhatikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa dan juga mempertimbangkan perbedaan masing-masing individu. Kesulitan yang sering dihadapi oleh guru Bahasa Arab dan siswa, adalah kesulitan untuk mencapai tujuan kurikulum karena padatnya materi,”tuturnya

Fatimah optimis bahwa kebangkitan Bahasa Arab akan muncul di Indonesia karena sudah terlihat tanda-tandanya, yaitu dengan merancang kurikulum yang bertaraf internasional yang kaya dengan ide-ide dari para pakar di dalam dan luar negeri.

Seminar Internasional ini di laksanakan oleh IMLA Sumbar bekerja sama dengan Jurusan-jurusan Bahasa Arab di Peguruan Tinggi Sumatera Barat, UIN Imam Bonjol Padang, IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi, UMSB dan STAIDA Payakumbuh. Peserta seminar berasal dari berbagai negara, diantaranya indonesia, Maroko, Sudan, Libiya dengan moderator seminar internasional ini adalah Ustadzah Rita Febrianta Dosen IAIN Bukittinggi.



Senin, 30 November 2020

Menuju Fakultas Excellent Nan Sholeh, FTIK IAIN Batusangkar Susun Renstra 2020-2024

Menuju Fakultas Excellent Nan Sholeh, FTIK IAIN Batusangkar Susun Renstra 2020-2024

Pembukaan Kegiatan RENSTRA FTIK 2020-2024 oleh Rektor IAIN Batusangkar, WAREK II dan Dekan FTIK 

Batusangkar-, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Batusangkar menyelenggarakan kegiatan penyusunan Renstra tahun 2020-2024. Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FTIK Dr. Adripen, M.Pd, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Masril M.Pd, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Dr. Gustina, M. Pd, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Elda Herlina, M.Pd. Penyusunan Renstra FTIK ini dibuka langsung oleh Rektor IAIN Batusangkar Dr. Marjoni Imamora, M.Sc. Turut didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr. Ridwal Trisoni, M.Ag Kegiatan yang dilaksanakan di Denai Royal Hotel Bukittinggi selama 3 hari mulai dari tanggal 26-28 November 2020 ini melibatkan juga melibatkan Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Sub Bagian Keuangan dan BMN Perencanaan, Kepala Sub Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala LPM dan beberapa Ketua Jurusan di FTIK.

Peserta Kegiatan Penyusunan RENSTRA FTIK

Secara umum, penyusunan Renstra ini menggagas rencana yang akan dicapai FTIK selama empat tahun ke depan. Hal ini dituangkan dalam visi, misi dan tujuan FTIK IAIN Batusangkar tahun 2020-2024. Rencana tersebut dirumuskan beserta langkah-langkah strategis untuk mewujudkannya.Dalam hal perumusan visi, misi dan tujuan fakultas tersebut mengacu kepada Renstra IAIN Batusangkar terbaru dan yang terpenting merujuk kepada visi, misi dan tujuan Kementerian Agama RI. Visi, misi dan tujuan yang terdapat dalam Renstra tersebut akan diajukan dalam rapat Senat untuk disetujui dan disahkan.

Beberapa rencana strategis yang digagas dalam penyusunan Renstra tersebut. Diantaranya lebih membumikan moderasi beragama, penciptaan bursa efek kerja bagi alumni, peningkatan recognisi dosen dalam bidang penelitian dan penulisan artikel bereputasi, menjadikan jurnal Ta’dib sebagai jurnal bertaraf internasional yang terindeks Scopus serta melaksanakan program exchange Dosen dan Mahasiswa di dalam maupun luar negeri. (Mimi-Humas